Warga Lembor Selatan Minta Bangung Jembatan Penghubung Antar Desa


VICTORY NEWS MANGGARAI BARATSumber Berita.
Kali Wae Kajong di antara Desa Benteng Dewa dan Nanga Bere Kecamatan Lembor Selatan. (victorynews.id/SATRIA


 Warga Desa Nanga Bere dan Benteng Dewa di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat untuk segera membangun jembatan Wae Ganjong. Pasalnya, selama ini masyarakat dua desa itu sangat sulit akses untuk mengangkut hasil komoditas pertanian untuk dijual ke pasar Lembor dan Labuan Bajo.
Kendaraan angkutan umum sangat sulit menuju Dua desa itu lantaran tidak ada jembatan di Wae Ganjong tersebut.

Kelala Desa Benteng Dewa, Fidelis Gius melalui telepon selulernya, Minggu (11/9/2022) mengatakan, masyarakat Desa Benteng Dewa dan Nanga Bere sangat membutuhkan pembangunan jembatan Wae Ganjong demi kelancaran transportasi dari dan menuju di wilayah Selatan Kabupaten Manggarai Barat itu.Panjang jembatan Wae Ganjong sendiri diperkirakan sepanjang 80 meter.

Kemungkinan jembatan terlalu panjang menyebabkan Pemkab Manggarai Barat selama ini tidak membangun jembatan tersebut.Apalagi pembangunan jembatan yang ukuran besar dipastikan akan berdampak pada biaya yang besar.

Ia mengaku, usulan pembangunan jembatan Wae Ganjong telah disampaikan berkali-kali oleh masyarakat desa. Usulan itu baik melalui anggota DPRD maupun langsung kepada kepala daerah Manggarai Barat.

Namun sayangnya usulan masyarakat tersebut belum terealisasi sampai saat ini.Kemungkinan yang dapat mengeluarkan biaya yang besar untuk membangun jembatan Wae Ganjong adalah pemerintah pusat,sehingga kita meminta kepada pemerimtah pusat untuk membangun jembatan penghubung menuju Dua desa itu.

Pemkab Manggarai Barat kemungkinan tidak mampu karena biayanya cukup besar untuk membangun jembatan itu.

Gius menambahkan, masyarakat Desa Benteng Dewa dan Nanga Bere sejak lama merindukan agar pemerintah membangun jembatan di Wae Ganjong. Selain untuk jalur transportasi yang lancar dan aman,kerinduan masyarakat juga agar akses masyarakat petani untuk menjual hasil pertanian ke kecamatan lain dapat terpenuhi.Selama ini, pembeli hasil komoditi petanian yang ada di Labuan Bajo dan Lembor datang ke Dua desa itu untuk membeli hasil komoditi pertanian. Namun harga sangat tidak menguntungkan bagi petani dikarenakan pembeli datang langsung ke desa itu untuk membeli hasil pertanian.

Selama ini kata dia, kendala utama,kendaraan tidak dapat masuk ke Desa Benteng Dewa dan Nangabere dikarenakan kali Wae Wajong selalu banjir khususnya saat musim hujan.Kali Wae Ganjong sendiri sangat lebar dan panjang karena gabungan dari berbagai anak kali besar pada beberapa kecamatan di wilayah Manggarai Barat seperti kali besar dari Kecamatan Ndoso,Sano Nggoang, Welak, Kuwus dan Kecamatan Lembor.

Kali dari berbagai kecamatan itu bermuara di Kali Wae Ganjong.Sementara sejumlah jalan di Desa Benteng Dewa saat ini telah di telford,hanya jarang dilalui kendaraan karena tidak ada jembatan di Kali Wae Ganjong tersebut.

Kepala Dusun Wae Wako,Desa Nangabere,Muhamad Nasir juga mengelukan hal yang sama ketika dihubungi media ini. Dia mengaku dirinya saat ini memasuki usia Lima puluh Empat tahun,usulan kepada pemerintah untuk membangun jembatan di Wae Ganjong sejak dari dulu.

Sehingga masyarakat Desa Nanga Bere dan Benteng Dewa ketika mengusulkan agar dibangun Jembatan Wae Ganjong hanyalah mimpi,karena pemerintah tidak pernah menyetujui usulan masyarakat untuk membangun jembatan penghubung menuju dua desa itu.

"Kami sebagai masyatakat kecil di Desa Nangabere sangat mengharapkan dan sangat menrindukan agar pemerintah segera membangun jembatan di kali Wae Ganjong. Masyarakat sangat merindukan adanya jembatan demi kelancaran transportasi dari dan ke Benteng Dewa dan Nangabere," harap Nasir.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tana Naga dan Tana Mori di Manggarai Barat Jadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Pengangkatan Pengurus Bumdes..

LAPORAN KEPALA DESA